Menu

Edukasi

Cara Menabung Haji Plus dalam Dolar dengan $ORBIS

C
Christian Titus
15 min read · OCT 23, 2026
Cara Menabung Haji Plus dalam Dolar dengan $ORBIS

Kalau Anda ingin berangkat haji tanpa menunggu puluhan tahun, Anda mungkin sudah mendengar tentang haji plus. Nama resminya haji khusus, dan dulu sering disebut ONH Plus. Bedanya dengan haji biasa (haji reguler): pendaftaran dan perjalanannya diurus biro travel haji yang berizin pemerintah, antreannya jauh lebih pendek, dan biayanya ditetapkan dalam dolar Amerika Serikat.

Setoran pendaftaran resminya USD 4.000. Sisanya dibayar saat pelunasan menjelang berangkat, minimal USD 4.000 lagi, dan harga paket dari biro travel umumnya juga ditulis dalam dolar, biasanya jauh di atas angka minimum itu. Kalau Anda mengumpulkan uangnya dalam rupiah, tabungan dan tagihan Anda berada di mata uang yang berbeda.

$ORBIS adalah token dari Orbitum yang bisa Anda pakai untuk menyimpan dana dalam dolar. Uangnya ditempatkan di sukuk negara, yaitu surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah Indonesia, dalam bentuk dolar AS. Anda bisa mulai dari setara USD 500 per transaksi.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Haji Plus?
  2. Masalahnya: Tagihan Dolar, Tabungan Rupiah
  3. Kenapa $ORBIS Cocok untuk Menabung Haji Plus
  4. Cara Kerja $ORBIS
  5. Langkah Memulai
  6. Strategi Menabung sampai Pelunasan
  7. Perbandingan dengan Pilihan Lain
  8. Yang Perlu Anda Pahami Sebelum Mulai
  9. Bagaimana dengan Haji Reguler?
  10. Kesimpulan
  11. Referensi
  12. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa Itu Haji Plus?

Di Indonesia ada dua jalur haji yang memakai kuota resmi pemerintah. Haji reguler diurus langsung oleh pemerintah, sedangkan haji plus diurus biro travel haji yang mendapat izin dari pemerintah. Dalam peraturan, biro ini disebut Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Menurut Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025, pendaftaran haji plus dilakukan melalui PIHK, dan jatahnya 8% dari total kuota haji Indonesia. Perbedaan utamanya bisa Anda lihat di tabel berikut.

Haji regulerHaji plus (haji khusus)
Yang mengurusPemerintahBiro travel haji berizin (PIHK)
Perkiraan antreanSekitar 26 tahunSekitar 4 sampai 9 tahun, tergantung biro travel
Setoran pendaftaranRp25 jutaUSD 4.000
BiayaRp98,47 juta per orang untuk 2027, jemaah membayar rata-rata Rp54,65 juta dan sisanya disubsidiMinimal USD 8.000; harga paket di pasaran sekitar Rp159,7 juta sampai Rp958,4 juta
Mata uang tagihanRupiahDolar AS

Sumber: antrean haji reguler dari Kementerian Haji dan Umrah; setoran awal haji reguler dari BSI; antrean dan kisaran harga paket haji plus dari Pegadaian dan BSI; biaya haji reguler 2027 dari kesepakatan DPR dan pemerintah pada 7 Oktober 2026.

Sebagian biro travel meminta uang muka lebih besar dari setoran resmi. Pegadaian, misalnya, menyebut uang muka haji plus USD 4.500. Setoran resmi yang masuk ke rekening BPKH tetap USD 4.000, dan Pasal 21 ayat (3) Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025 membolehkan biro travel memungut biaya di atas setoran resmi untuk layanan tambahan. Tanyakan rincian uang muka ini ke biro travel pilihan Anda.

Singkatnya, haji plus menukar biaya yang lebih tinggi dengan antrean yang jauh lebih pendek. Karena biayanya ditetapkan dalam dolar, cara Anda menabung untuk haji plus ikut menentukan berapa rupiah yang akhirnya Anda keluarkan.

2. Masalahnya: Tagihan Dolar, Tabungan Rupiah

Biaya haji plus minimal USD 8.000: USD 4.000 saat mendaftar dan USD 4.000 saat pelunasan menjelang berangkat. Angka ini tercantum dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 72 Tahun 2025, ditegaskan kembali oleh Kementerian Haji dan Umrah pada Januari 2026, dan masih berlaku per Juni 2026 menurut BPKH. BPKH memang mengusulkan kenaikan setoran awal menjadi USD 6.000, tetapi usulan itu belum diterapkan. Kalau Anda membayarnya dari uang rupiah, jumlah rupiah yang keluar mengikuti kurs saat pembayaran.

Setoran pendaftaran Anda dibayar lewat bank penerima setoran haji, lalu pada hari yang sama dipindahkan ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), lembaga pemerintah yang mengelola uang setoran haji. Uang itu disimpan dalam dolar. Selama menunggu, Anda juga mendapat bagi hasil dari pengelolaan uang itu. Jadi, bagian ini sudah aman dari naik-turunnya kurs.

Yang belum aman adalah sisanya: pelunasan, selisih harga paket travel di atas angka minimum, dan uang saku selama di Tanah Suci. Uang ini biasanya Anda kumpulkan sendiri selama masa tunggu. Kalau dikumpulkan dalam rupiah, Anda baru tahu berapa rupiah yang dibutuhkan pada hari pembayaran.

Sebagai gambaran, USD 4.000 hari ini setara sekitar Rp71,67 juta (kurs acuan Bank Indonesia pada 6 Oktober 2026, Rp17.917 per dolar). Kalau rupiah melemah 2% per tahun selama lima tahun, Anda butuh sekitar Rp79,13 juta, atau kurang Rp7,46 juta dari tabungan Anda. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga satu dolar dalam rupiah memang naik sekitar 34%.

Rupiah juga bisa menguat, dan kalau itu terjadi, tabungan rupiah malah lebih untung. Tidak ada yang bisa memastikan arah kurs lima tahun lagi, sementara tanggal pelunasan Anda sudah pasti. Penjelasan lengkap soal biaya haji dan kurs ada di artikel Biaya Haji Bergerak Mengikuti Dolar, Bagaimana dengan Tabungan Haji Anda?

3. Kenapa $ORBIS Cocok untuk Menabung Haji Plus

Mata uangnya sama dengan tagihan Anda

$ORBIS dihitung dalam dolar AS. Target tabungan Anda bisa langsung ditulis dalam dolar, dan perubahan kurs rupiah tidak mengubah jumlah dolar yang Anda pegang. Nilai dolarnya sendiri tetap bisa naik-turun, seperti dijelaskan di bagian 8.

Uangnya ditempatkan di sukuk negara

Rekening dolar biasa di bank (rekening valas) sudah menyelesaikan soal kurs, tetapi hasilnya biasanya kecil. Di $ORBIS, uang Anda ditempatkan di sukuk negara dalam dolar. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 mewajibkan negara membayar imbal hasil dan mengembalikan uang pokok sukuk negara, dan dananya disiapkan dalam APBN setiap tahun. Imbal hasil ini tidak dikirim ke rekening Anda, tetapi membuat nilai setiap token $ORBIS naik. Perkiraan imbal hasil bersihnya tercantum di Fact Sheet $ORBIS terbaru, dan sifatnya tidak dijamin.

Waktunya sejalan dengan antrean Anda

Sukuk yang saat ini dipakai $ORBIS bernama INDOIS33. Sukuk ini jatuh tempo, artinya negara mengembalikan uang pokoknya, pada 15 November 2033, sekitar tujuh tahun lagi. Kalau Anda baru mendaftar haji plus, jadwal berangkat Anda kemungkinan jatuh di sekitar waktu yang sama. Sebelum jatuh tempo, harga sukuk naik-turun setiap hari. Semakin dekat jadwal pelunasan Anda dengan November 2033, semakin kecil kemungkinan Anda terpaksa mencairkan dana saat harga sedang turun.

Bisa dicicil

Membeli INDOIS33 langsung lewat bank umumnya butuh minimal USD 10.000 sampai USD 200.000, ditambah rekening dolar dan rekening surat berharga. $ORBIS bisa dibeli mulai setara USD 500 per transaksi, jadi Anda bisa menabung sedikit demi sedikit, misalnya setiap kali menerima bonus.

Pengelolanya jelas dan asetnya bisa diperiksa

Dananya dikelola PT Ina Manajemen Investasi (INAMI), perusahaan pengelola investasi yang berizin OJK (KEP-33/D.04/2024). Sukuknya disimpan di PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai bank penyimpan (kustodian). Menurut Fact Sheet, nilai sukuk yang disimpan di bank dirancang untuk selalu sama dengan atau lebih besar dari total nilai token yang beredar. Kepemilikan token Anda tercatat di blockchain, semacam buku catatan digital yang terbuka untuk umum, jadi bisa Anda periksa sendiri kapan saja. Caranya dijelaskan di Transparansi On-Chain: Verifikasi Sendiri Aset di Balik $ORBIS.

4. Cara Kerja $ORBIS

Orbitum memiliki sebuah rekening pengelolaan dana, yang secara resmi disebut Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). Rekening ini dikelola INAMI, isinya sukuk negara dalam dolar (saat ini INDOIS33), dan sukuknya disimpan di CIMB Niaga. Setiap token $ORBIS mewakili hak atas sebagian nilai rekening tersebut.

Nilai per token disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB). Cara kerjanya mirip harga per unit di reksa dana, walaupun $ORBIS sendiri bukan reksa dana. Saat Anda membeli, Anda mendapat token sesuai NAB hari itu. Saat Anda mencairkan (istilah resminya menebus), Anda menerima uang sesuai NAB hari itu dikurangi biaya.

Pembelian dan pencairan memakai USDT, yaitu aset digital yang nilainya dipatok satu banding satu dengan dolar AS. Token $ORBIS sendiri tercatat di jaringan blockchain bernama Polygon.

Penjelasan yang lebih rinci ada di Mengenal $ORBIS: Sukuk Negara dalam Genggaman. Kalau Anda ingin mengenal INDOIS33 lebih jauh, baca INDOIS Adalah? Mengenal Sukuk Negara Global Indonesia.

5. Langkah Memulai

  1. Hitung target dolar Anda. Ambil harga paket travel haji plus pilihan Anda, lalu kurangi USD 4.000 yang sudah Anda setorkan saat mendaftar. Sisanya adalah target tabungan Anda. Anda bisa memakai simulasi tabungan haji di orbitum.io.
  2. Daftar dan verifikasi identitas. Buat akun di app.orbitum.io dan selesaikan verifikasi identitas secara online (eKYC). Cukup sekali untuk semua produk Orbitum.
  3. Siapkan USDT. Anda bisa membelinya dengan rupiah di pedagang aset digital berizin, misalnya Indodax, yang tercantum sebagai mitra di situs Orbitum.
  4. Beli $ORBIS. Tukarkan USDT Anda dengan $ORBIS, mulai setara USD 500 per transaksi. Token masuk ke dompet digital (wallet) Anda sesuai NAB saat itu.
  5. Pantau dan tambah secara berkala. Cek nilai token Anda kapan saja, lalu tambah pembelian sesuai jadwal menabung Anda.

6. Strategi Menabung sampai Pelunasan

Misalkan harga paket yang Anda pilih USD 12.500, atau sekitar Rp224 juta. Angka ini adalah contoh dari simulasi orbitum.io berdasarkan satu biro travel, dan masih berada dalam kisaran harga paket Rp159,7 juta sampai Rp958,4 juta yang dikutip Pegadaian dan BSI. Setelah dikurangi setoran pendaftaran USD 4.000, target Anda USD 8.500. Kalau Anda berangkat sekitar enam tahun lagi, Anda bisa membeli setara USD 500 kira-kira setiap empat bulan, atau menyesuaikannya dengan kemampuan Anda.

Rencanakan juga kapan Anda akan mencairkannya. Ada dua cara.

  • Cairkan bertahap menjelang pelunasan. Mulai mencairkan sebagian $ORBIS satu sampai dua tahun sebelum jadwal pelunasan, lalu simpan hasilnya di rekening dolar biasa. Dengan begitu, uang yang sebentar lagi dipakai tidak lagi ikut naik-turun harga sukuk.
  • Tahan sampai jatuh tempo. Kalau jadwal pelunasan Anda setelah November 2033, Anda bisa menahan token sampai INDOIS33 jatuh tempo. Orbitum akan memberi tahu lebih dulu, lalu memproses pencairan dari uang pokok yang dikembalikan negara. Token tidak otomatis dipindahkan ke produk berikutnya.

Uang yang harus Anda bayarkan dalam beberapa bulan ke depan sebaiknya tidak disimpan di produk yang harganya bisa turun.

7. Perbandingan dengan Pilihan Lain

Tabungan haji rupiahRekening dolar (valas)Beli INDOIS33 lewat bank$ORBIS
Sama dengan mata uang tagihan haji plusTidakYaYaYa
HasilTitipan tanpa bagi hasil yang dijanjikan (wadiah) atau bagi hasil (mudharabah)Sama seperti tabungan, umumnya kecilImbal hasil sukuk, dibayar ke rekening dua kali setahunImbal hasil sukuk, membuat nilai token naik
Modal minimalKecilKecilUmumnya USD 10.000 sampai USD 200.000Setara USD 500 per transaksi
Bisa dicicilYaYaSulitYa
Nilainya bisa turun sebelum jatuh tempoTidakTidak dalam dolarYaYa
Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)Ya, sesuai ketentuan LPSYa, sesuai ketentuan LPSTidakTidak
Status syariahProduk bank syariahProduk bank syariahAda opini syariah DSN-MUI saat diterbitkanDisebut “Shariah Aligned” oleh Orbitum; sertifikasi DSN-MUI masih diproses

$ORBIS membuka akses ke imbal hasil sukuk negara dalam dolar dengan modal kecil yang bisa dicicil. Konsekuensinya, nilainya bisa turun sebelum jatuh tempo dan tidak dijamin LPS. Anda bisa memakai keduanya sekaligus: $ORBIS untuk uang yang baru dipakai beberapa tahun lagi, rekening dolar untuk uang yang segera dipakai.

8. Yang Perlu Anda Pahami Sebelum Mulai

$ORBIS bukan tabungan bank. Sebelum membeli, pahami hal-hal berikut. Semuanya bersumber dari Fact Sheet dan dokumen keterbukaan produk (Product Disclosure Document) $ORBIS versi 2.1.

  • Nilainya bisa turun. Nilai $ORBIS mengikuti harga pasar sukuk. Menurut Fact Sheet, kalau imbal hasil di pasar naik 1%, nilai token bisa turun sekitar 5 sampai 6%. Kalau Anda mencairkan saat harga turun, uang yang Anda terima bisa lebih kecil dari modal awal.
  • Imbal hasil tidak dijamin dan tidak dibayarkan ke rekening. Angka di Fact Sheet adalah perkiraan.
  • Ada biaya. Biaya pencairan 0,30% dari nilai yang dicairkan. Biaya pembelian saat ini sekitar 0,06% dan bisa naik bertahap sampai paling tinggi 0,30%. Biaya pengelolaan lainnya sudah dipotong dari nilai token.
  • Risiko USDT. Saat pencairan, 1 USDT dihitung sama dengan 1 dolar. Kalau nilai USDT di pasar bergeser dari 1 dolar, selisihnya Anda tanggung. Untuk membayar biro travel, Anda juga perlu menukar USDT ke dolar atau rupiah, dan ada biaya tukar di situ.
  • Pencairan dalam jumlah besar bisa tertunda. Anda bisa mengajukan pencairan kapan saja tanpa masa kunci, tetapi permintaan dalam jumlah besar bisa dibatasi atau diselesaikan bertahap. Ajukan jauh sebelum tanggal pelunasan.
  • Hak Anda ditujukan kepada Orbitum sebagai penerbit token, bukan langsung kepada bank penyimpan.
  • Status syariah dan izinnya masih berproses. Sertifikasi dari DSN-MUI sedang diproses. Orbitum adalah peserta program akselerator fintech OJK, dan perannya sebagai penerbit token sudah dikonsultasikan dengan OJK dan masih menunggu penegasan lebih lanjut. Strukturnya bisa berubah mengikuti arahan regulator.

Pembahasan risiko sukuk secara umum ada di Risiko Investasi Sukuk Negara dan Cara Menyikapinya.

9. Bagaimana dengan Haji Reguler?

Haji reguler ditagih dalam rupiah, dengan setoran pendaftaran Rp25 juta. Untuk 2027, biayanya disepakati Rp98,47 juta per orang, dan jemaah membayar rata-rata Rp54,65 juta karena sisanya disubsidi dari hasil pengelolaan dana haji. Besarnya memang ikut dipengaruhi kurs, tetapi juga ditentukan oleh subsidi yang diputuskan DPR setiap tahun. Antreannya pun sekitar 26 tahun.

Karena itu, $ORBIS kurang tepat untuk menyimpan uang pelunasan haji reguler. Calon jemaah reguler bisa mempertimbangkannya untuk uang yang memang dibutuhkan dalam dolar atau riyal, misalnya uang saku selama di Tanah Suci, atau sebagai bagian kecil dari tabungan jangka panjang. Simulasi untuk haji reguler juga tersedia di orbitum.io.

10. Kesimpulan

Biaya haji plus ditetapkan dalam dolar, jadi menyimpan uang pelunasannya dalam dolar membuat target Anda pasti sejak hari pertama. Di $ORBIS, uang itu juga ditempatkan di sukuk negara dalam dolar yang jatuh tempo pada 2033, dan Anda bisa mulai dari setara USD 500 per transaksi tanpa harus mengumpulkan USD 10.000 lebih dulu seperti saat membeli lewat bank.

Pakai $ORBIS untuk uang yang baru Anda butuhkan beberapa tahun lagi, lalu pindahkan ke tempat yang nilainya stabil menjelang pelunasan.

Mulai dengan menghitung target Anda di simulasi tabungan haji orbitum.io, lalu baca Fact Sheet dan whitepaper di orbitum.io/transparency sebelum membeli.

11. Referensi

Antara. (2026, 23 Juni). BPKH Ungkap Dampak Belum Diterapkannya Kenaikan Setoran Awal Haji. https://www.antaranews.com/berita/5619284/bpkh-ungkap-dampak-belum-diterapkannya-kenaikan-setoran-awal-haji

Bank Syariah Indonesia. (2025, 20 November). Memilih Jenis Haji yang Tepat: Reguler, Plus, atau Furoda? Berikut Penjelasannya. https://www.bankbsi.co.id/news-update/edukasi/memilih-jenis-haji-yang-tepat-reguler-plus-atau-furoda-berikut-penjelasannya

Bisnis Indonesia. (2025, 30 November). Ada Formula Baru, Kemenhaj Sebut Masa Tunggu Haji di RI 26,4 Tahun. https://ekonomi.bisnis.com/read/20251130/12/1932833/ada-formula-baru-kemenhaj-sebut-masa-tunggu-haji-di-ri-264-tahun

Kementerian Agama. (2025). Keputusan Menteri Agama Nomor 72 Tahun 2025 tentang Biaya Perjalanan Ibadah Haji Khusus. Dikonfirmasi melalui pernyataan Kementerian Haji dan Umrah dalam RMOL (10 Januari 2026). https://rmol.id/nusantara/read/2026/01/10/693364/kemenhaj-tegaskan-nilai-manfaat-haji-khusus-harus-transparan

Kementerian Haji dan Umrah. (2025). Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus dan Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. Ditetapkan 20 November 2025. https://haji.go.id/uploads/general/42e9e925-bf6c-4dfd-8a02-01929b929045-1769065614485.pdf

Kontan. (2026, 7 Oktober). Tok! BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Bayar Rp54,65 Juta. https://nasional.kontan.co.id/news/tok-bpih-2027-disepakati-rp-9846-juta-jemaah-bayar-rp-5465-juta

NU Online. (2016, 18 Mei). Pemerintah Tetapkan Besaran Rata-rata BPIH 2016 Rp34,6 Juta. https://nu.or.id/nasional/pemerintah-tetapkan-besaran-rata-rata-bpih-2016-rp-346-juta-ssVBL

NU Online. (2026, 9 Januari). BPKH Pastikan Nilai Manfaat Diterima Jamaah Haji Khusus. https://nu.or.id/nasional/bpkh-pastikan-nilai-manfaat-diterima-jamaah-haji-khusus-ZEKfF

Orbitum. (2026). *$ORBIS Fact Sheet* (data 29 Juli 2026) dan *$ORBIS Product Disclosure Document,* versi 2.1. https://orbitum.io

Pegadaian. (2026, 26 April). Cara Daftar Haji Plus. https://pegadaian.co.id/artikel/inspirasi/cara-daftar-haji-plus

Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III. (2023). Pricing Supplement Series 22 (Executed), U.S.$35,000,000,000 Trust Certificate Issuance Program. Singapore Exchange. https://links.sgx.com/1.0.0/prospectus-circulars/51212

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

Catatan: kurs, biaya haji, biaya produk, dan status regulasi dapat berubah. Kurs dalam artikel adalah kurs acuan Bank Indonesia (JISDOR) pada 6 Oktober 2026; cek kurs terbaru di bi.go.id.

12. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu haji plus? Haji plus, nama resminya haji khusus, adalah jalur haji yang diurus biro travel berizin pemerintah. Antreannya sekitar 4 sampai 9 tahun, jauh lebih pendek dari haji reguler, tetapi biayanya lebih tinggi dan ditetapkan dalam dolar AS, minimal USD 8.000.

Apa bedanya haji plus dengan haji furoda? Haji plus memakai kuota resmi Indonesia, jadi tetap ada antrean dan setoran pendaftaran. Haji furoda memakai visa undangan dari pemerintah Arab Saudi (visa mujamalah) yang kuotanya diatur langsung oleh Arab Saudi, sehingga tidak ikut antrean kuota Indonesia. Artikel ini membahas haji plus.

Apakah setoran pendaftaran haji plus bisa disimpan di $ORBIS? Tidak. Setoran resmi USD 4.000 wajib dibayarkan ke rekening resmi lewat bank penerima setoran haji untuk mendapat nomor antrean (nomor porsi), lalu dikelola BPKH. $ORBIS dipakai untuk uang di luar setoran wajib, seperti pelunasan dan selisih harga paket.

Berapa modal minimal untuk membeli $ORBIS? Setara USD 500 per transaksi, dibayar dengan USDT.

Berapa imbal hasil $ORBIS? Perkiraan imbal hasil bersihnya tercantum di Fact Sheet terbaru di orbitum.io. Imbal hasil tidak dijamin dan tidak dibayarkan ke rekening; hasilnya membuat nilai token naik.

Apakah nilai tabungan saya di $ORBIS bisa turun? Bisa. Nilainya mengikuti harga pasar sukuk, jadi kalau Anda mencairkan saat harga sedang turun, uang yang Anda terima bisa lebih kecil dari modal awal.

Kapan sebaiknya saya mencairkan untuk pelunasan? Salah satu caranya, cairkan bertahap satu sampai dua tahun sebelum jadwal pelunasan, lalu simpan di rekening dolar. Kalau Anda menahan sampai INDOIS33 jatuh tempo pada November 2033, Orbitum akan memberi tahu lebih dulu dan memproses pencairannya. Ajukan pencairan jauh sebelum tanggal pelunasan, karena permintaan besar bisa diselesaikan bertahap.

Apakah $ORBIS sudah bersertifikat syariah? Belum. Orbitum menyebut $ORBIS “Shariah Aligned”, artinya dirancang untuk menghindari riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (untung-untungan). Sertifikasi DSN-MUI sedang diproses. Sukuk INDOIS33 yang menjadi dasarnya sudah mendapat opini syariah DSN-MUI saat diterbitkan.

Apakah $ORBIS cocok untuk haji reguler? Kurang cocok untuk uang pelunasan, karena tagihan haji reguler dalam rupiah dan antreannya sekitar 26 tahun. $ORBIS lebih relevan untuk uang yang dibutuhkan dalam dolar atau riyal, misalnya uang saku di Tanah Suci.


Disclaimer: Artikel ini berisi informasi produk dan edukasi, bukan rekomendasi investasi yang disesuaikan dengan kondisi Anda. $ORBIS bukan produk simpanan dan tidak dijamin LPS. Nilai token dapat naik dan turun, termasuk di bawah modal awal. Lakukan riset sendiri (DYOR) dan baca Fact Sheet, Product Disclosure Document, dan whitepaper di orbitum.io/transparency sebelum mengambil keputusan.

Latest Articles

Tokenisasi Sukuk Negara: Apa Artinya bagi Investor Indonesia?

OCT 21, 2026INEdukasi

Tokenisasi Sukuk Negara: Apa Artinya bagi Investor Indonesia?

Sukuk negara termasuk instrumen syariah yang paling banyak beredar di Indonesia. Per Agustus 2026, nilai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang beredar mencapai sekitar Rp1.763 triliun. Meski begitu, bagi banyak investor, membeli sukuk negara masih berarti menunggu jendela penawaran ritel atau menyiapkan dana besar untuk pasar sekunder. Tokenisasi sukuk negara adalah pencatatan hak atas sukuk

Orbitum
Mengapa Tokenisasi RWA Itu Penting? Pelajari Urgensi, Cara Kerja, dan Keunggulannya

OCT 5, 2026INEdukasi

Mengapa Tokenisasi RWA Itu Penting? Pelajari Urgensi, Cara Kerja, dan Keunggulannya

Tokenisasi RWA adalah proses merepresentasikan kepemilikan atas aset dunia nyata, seperti sukuk negara, properti, atau emas, ke dalam token digital yang tercatat di jaringan blockchain. Urgensinya ada pada perpindahan catatan kepemilikan ke satu buku besar yang dapat dibaca semua pihak secara bersamaan. Begitu tokenisasi berjalan, empat hal langsung berubah: satu unit aset tidak bisa tercatat

Orbitum
Tokenisasi RWA: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Contoh Penerapannya di Indonesia

SEP 11, 2026INEdukasi

Tokenisasi RWA: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Contoh Penerapannya di Indonesia

Anda mungkin pernah membaca istilah “tokenisasi RWA” di berita keuangan, lalu berhenti sejenak karena tidak yakin apa yang sebenarnya dibicarakan. Sebagian orang mengira ini soal aset digital spekulatif. Sebagian lagi mengira ini teknologi keamanan data. Tokenisasi RWA adalah proses merepresentasikan kepemilikan atas aset dunia nyata, seperti obligasi negara, properti, emas, atau piutang, ke dalam bentuk

Orbitum
Cara Kerja Sukuk Negara dan Bagaimana Imbal Hasilnya Diperoleh

SEP 10, 2026INEdukasi

Cara Kerja Sukuk Negara dan Bagaimana Imbal Hasilnya Diperoleh

Secara sederhana, cara kerja sukuk negara bertumpu pada satu ide, yakni negara menjual hak manfaat atas asetnya kepada investor melalui sebuah perusahaan penerbit, lalu menyewa kembali aset itu dan membayar uang sewa kepada para pemilik sukuk. Uang sewa itulah yang Anda terima sebagai imbal hasil, atau dalam bahasa undang-undang disebut Imbalan. Sumber dananya adalah Anggaran

Orbitum
cta

Shariah Aligned Investing
You Can Trust

Backed by real assets, managed by an OJK-licensed investment manager, held at a custodian bank. Register now and start from a verified account.